Terlalu Dalam

Terlalu Diam




Terlalu dalam terjebak imajinasi, lagi dan lagi.

Seakan dunia ini hanya dia, dia dan dia.

Perih namun emang tak bisa menepih.

Dalam diamku ada rintihan hati yang tak seharusnya menangis, aku rasa beberapa titik cahaya sudah mulai redup.

Merindukan suara yang dulu selalu ada disaat akan terlelap, menenangkan , seakan cuma suaranya dongeng pengantar tidur.

Ahh tidak, aku terlalu banyak berdiam diri sampai-sampai apa yang ada didepan mata seolah tak ada arti.

Di hari ini, di hari esok, atau kedepan.

Tuk sementara cukup sampai disini, 

Tuk sementara biar aku menepih,

Antara aku , kau dan waktu , 

Semoga hujan tak meredupkan langkah ku,

Semoga teriknya matahari tak membuatku menepih,

Kicauan burung dan hembusan , menggantikan suaramu yang selalu menenangkan ku.

" Penuh perasaan yang tulus, dan seluruh keyakinan, kutitipkan keyakinan ku ke semesta "

Semoga kedepan jika memang masih dipertemukan , aku ingin kita berdua menghabis kan setiap hari berganti. Karena aku tak siap sendiri tanpamu.

Jangan membuatku tertatih lagi karena rasa yang pernah perih.

Kisah masih akan berlanjut

Komentar