Sendiripun Tak Mengerti

  Sendiripun Tak Mengerti








    Tersenyum , ketawa, bahagia itu yang sering orang-orang lihat . Bahkan tidak ada sedih di raut wajahnya, sekedar  menangis pun terkadang malu dengan diri sendiri, bukan masalah egois atau sok kuat, ya emang dasarnya begini lah aku. 

Bahkan diriku sendiri pun kadang tak mengerti mengapa seperti itu . Dari tulisan saya yang sebelumnya dengan tema yang menyayat-nyayat perasaan "Ending" dari sini kisah baru saya dimulai.

Terkadang tampak tak perduli, padahal sangat perduli .

Terkadang tampak tak sayang, didalam hatinya merasakan sayang yang sangat besar.

Terkadang sok kuat dengan tidak perduli ketika dia pergi, padahal tidak ingin ditinggal lalu kesepian.

Tapi lagi-lagi , masih dikalahkan dengan sifat yang tak mengerti dengan dirinya sendiri. Berupaya menutupi semua dan tidak bercerita dengan siapapun.

Mungkin dia beripikir, bahwa aku tidak menghiraukan nya. Mengapa tidak menahan ketika dia pergi, mengapa malah bersikap dingin dan membisu. 

Yah aku berpikir bahwa semua akan baik-baik saja seperti semula, namun aku salah. Mulai dari titik itu, semua tidak baik-baik saja.

Mungkin aku lelah atau dia yang lelah.

Mungkin aku bosan atau dia yang bosan.

Mungkin aku menyerah atau dia yang menyerah.

Biar semesta yang menjawab. "Kasihan semesta tak tau apa-apa selalu jadi titik tumpuh kaum-kaum lemah ini, hahaha maafkan saya semesta aku tak bermaksud menyakitimu "

Kisah ini kan terus berlanjut .. 


Komentar