Harap

HARAP






Seakan badai ini belum berlalu..

Detik demi detik kulewati..

Hembusan demi hembusan nafas kulewati..

Masih terbesit ingatanku tentangnya, tentang dirinya.

Sepintas seolah tak ingin tapi ingin.

Dibalik semua itu, aku masih tidak menyadari . Kenapa ini masih terjadi, berulang dan terus berulang, ternyata memang kata orang bijak terdahulu, kata hati itu memang tak bisa di hindari, walaupun perih walaupun sakit, kalau dasarnya masih ada rasa sayang dan ingin memiliki. Tidak semudah membalik kan kedua telapak tangan.

Hati memang salah satu makhluk ciptaan tuhan yang tidak bisa berbohong, sebesar apapun usaha kita menutupi kesedihan, walaupun raga tersenyum , hati tak akan melakukannya . hati tau apa sebenarnya.

Ohh iyaaa, raga ini sepintas berkata , masih adakah harapan ? masih adakah kesempatan ? hatipun seolah menjawab ..

Masih ada,

Belum terlambat,

Masih ada waktu,

Kali ini aku coba mendengarkan kata hati, dan mengesampingkan raga yang suka salah. Walaupun tak selamanya salah.

Ahhh , mungkin saja harap itu masih ada, dan bisa merubah segalanya.

Rasa itu pun kembali menguat , sembari terlintas..

Ingatan demi ingatan, kenangan demi kenangan, janji demi janji yang dulu terucap.

Aku rasa tidak semudah itu untuk sirna.

Jika emang dirasa semesta mengizinkan , kenapa tidak. Jika memang pada dasarnya masih ingin memiliki seutuhnya dan mengucapkan janji suci satu sama lain.

Terlepas dari semua harapan, sekarang biarkan semesta yang bekerja sembari berusaha.

" Sekali lagi maafkan aku semesta, aku masih merepotkan mu untuk hal ini " .





Komentar