Postingan

Terlalu Dalam

Gambar
Terlalu Diam Terlalu dalam terjebak imajinasi, lagi dan lagi. Seakan dunia ini hanya dia, dia dan dia. Perih namun emang tak bisa menepih. Dalam diamku ada rintihan hati yang tak seharusnya menangis, aku rasa beberapa titik cahaya sudah mulai redup. Merindukan suara yang dulu selalu ada disaat akan terlelap, menenangkan , seakan cuma suaranya dongeng pengantar tidur. Ahh tidak, aku terlalu banyak berdiam diri sampai-sampai apa yang ada didepan mata seolah tak ada arti. Di hari ini, di hari esok, atau kedepan. Tuk sementara cukup sampai disini,  Tuk sementara biar aku menepih, Antara aku , kau dan waktu ,  Semoga hujan tak meredupkan langkah ku, Semoga teriknya matahari tak membuatku menepih, Kicauan burung dan hembusan , menggantikan suaramu yang selalu menenangkan ku. " Penuh perasaan yang tulus, dan seluruh keyakinan, kutitipkan keyakinan ku ke semesta " Semoga kedepan jika memang masih dipertemukan , aku ingin kita berdua menghabis kan setiap hari berganti. Karena aku tak

Terjaga Hati

Gambar
  Terjaga Hati   Huh, menghela nafas dikala rindu menerpah. Sial ternyata aku masih diracuni pikiran tentangnya. Jam 3 pagi masih belum terlelap, masih tampak bayangan-bayangan setelah semua itu terjadi, yang menyiksaku secara perlahan. Kucoba menampar diriku berulang kali, untuk menghilangkan rasa perih yang terjadi. Percuma , tak berguna, dan tidak menghilangkan rasa ini. Di dingin nya embun pagi , aku masih menghela nafas sembari bayangnya yang selalu ada , ketika kucoba untuk memejamkan mata, ah sial aku masih belum bisa. Tolong akuuu. Aku hanya tak ingin bayang nya ada, walaupun hati masih terjaga. Ingin ku keluar dari bumi, dan mencari tempat lain untuk ku berpijak di semesta ini, agar bayangnya tak selalu menghantui. Setidaknya biarkan aku pergi dengan tenang, walaupun kedepannya aku tak tau apa yang akan terjadi. Ahh terkadang ketika rindu yang sekarang semakin menyiksa, ingin menghubungi tapi aku tak tau harus mulai dari mana, gengsi , dan rasa sakit yang m

Harap

Gambar
HARAP Seakan badai ini belum berlalu.. Detik demi detik kulewati.. Hembusan demi hembusan nafas kulewati.. Masih terbesit ingatanku tentangnya, tentang dirinya. Sepintas seolah tak ingin tapi ingin. Dibalik semua itu, aku masih tidak menyadari . Kenapa ini masih terjadi, berulang dan terus berulang, ternyata memang kata orang bijak terdahulu, kata hati itu memang tak bisa di hindari, walaupun perih walaupun sakit, kalau dasarnya masih ada rasa sayang dan ingin memiliki. Tidak semudah membalik kan kedua telapak tangan. Hati memang salah satu makhluk ciptaan tuhan yang tidak bisa berbohong, sebesar apapun usaha kita menutupi kesedihan, walaupun raga tersenyum , hati tak akan melakukannya . hati tau apa sebenarnya. Ohh iyaaa, raga ini sepintas berkata , masih adakah harapan ? masih adakah kesempatan ? hatipun seolah menjawab .. Masih ada, Belum terlambat, Masih ada waktu, Kali ini aku coba mendengarkan kata hati, dan mengesampingkan raga yang suka salah. Walaupun tak selamanya salah. Ahhh

Sendiripun Tak Mengerti

Gambar
  Sendiripun Tak Mengerti     Tersenyum , ketawa, bahagia itu yang sering orang-orang lihat . Bahkan tidak ada sedih di raut wajahnya, sekedar  menangis pun terkadang malu dengan diri sendiri, bukan masalah egois atau sok kuat, ya emang dasarnya begini lah aku.  Bahkan diriku sendiri pun kadang tak mengerti mengapa seperti itu . Dari tulisan saya yang sebelumnya dengan tema yang menyayat-nyayat perasaan " Ending " dari sini kisah baru saya dimulai. Terkadang tampak tak perduli, padahal sangat perduli . Terkadang tampak tak sayang, didalam hatinya merasakan sayang yang sangat besar. Terkadang sok kuat dengan tidak perduli ketika dia pergi, padahal tidak ingin ditinggal lalu kesepian. Tapi lagi-lagi , masih dikalahkan dengan sifat yang tak mengerti dengan dirinya sendiri. Berupaya menutupi semua dan tidak bercerita dengan siapapun. Mungkin dia beripikir, bahwa aku tidak menghiraukan nya. Mengapa tidak menahan ketika dia pergi, mengapa malah bersikap dingin dan membisu.  Yah aku

Ending.

Gambar
  Sadari  saja itu adalah proses . Sebuah akibat terjadi karena ada akibatnya, mungkin memang saya yang salah. Kalo gak ada dia dihidup saya . kalo dia gak pernah ninggalin saya, mungkin saja saya gak pernah membuat lagu yang super duper galau, menulis syair dengan kata-kata yang indah.   Yah gak perlu di sesali jangan pernah benci masa lalu, toh dia juga dulu pernah membuat saya berbunga-bunga. Kalo kisahnya udahan, ya udah jangan disesali tetap jalanin dan jadiin pelajaran. Bersedih boleh kok , kita semua boleh bersedih, baik presiden, menteri, polisi dan lain-lain kita juga berhak dirangkul ketika sedang terpuruk. Tapi jangan terlalu berlarut-larut.   Seburuk-buruk nya dia, seburuk-buruknya saya di mata dia. Pada dasarnya dia adalah guru yang memberikan saya pengalaman dengan cara yang pahit maupun manis. Agar kelak kedepan cinta sejati saya, bisa mendapatkan saya dalam versi yang lebih baik lagi.   Dan pada akhirnya sa